-
———– Ya Allah… Inilah dia bulan puasa. Ia sambangi kami bersama sinar, cahaya, kebaikan, dan keberkahan-keberkahannya. Maka, tuntunlah kami, terimalah puasa kami di siang harinya dan ibadah kami di malam-malamnya, serta anugerahilah kami kemampuan beramal saleh sebagaimana yang Engkau sukai dan Engkau ridhai. Ya Allah… Sucikanlah jiwa kami dan bersihkanlah amal-amal kami, dengan rahmat-Mu, ya …
-
Sebutan “sya’bān” berhulu ke kata “sya’aba-yasy’abu” yang arti dasarnya adalah “al-jam’” (berhimpun) dan “at-tafrīq” (perpencar). Kedua arti yang saling bertolak belakang ini berkumpul pada satu kata. Ada dua pendapat tentang sebab penyebutan “sya’bān” sebagai salah satu nama bulan: Pertama, sebutan “sya’bān” muncul karena suku-suku Arab di masa lalu, di bulan itu, menghimpun diri, lalu pergi …
-
-
MELIHAT ALLAH DAN PERINTAH SHALAT Nabi saw. pun, kemudian, melihat (Allah) Tuhan Pemelihara beliau, Yang Maha Suci dan Maha Tinggi (dengan hati dan kedua mata beliau sendiri dan dengan suatu cara melihat yang tidak dilakukan dari suatu sudut tertentu atau batas-batas ruang tertentu, dan bebas dari segala sifat yang lazim melekat pada suatu ciptaan Allah). …
-
AL-MUSTAWĀ Nabi saw., kemudian, dinaikkan kembali ke Sidrah al-Muntahā. Kabut berwarna warni menyelubungi beliau. Jibrīl mengundurkan diri. Nabi saw., kemudian, dinaikkan ke al-Mustawā, tempat di mana beliau mendengar (suara) Sharīf al-Aqlām (goresan pena-pena yang mencatat berbagai qadha Allah dan wahyu-Nya yang sudah ditetapkan di al-Lauh al-Mahfūzh, dan mencatat atau menghapus amar dan pengaturan Allah sesuai …